Senin, 14 Desember 2015

Sederhana

Bincang-bincang dengan seorang profesor adalah sesuatu. *kapanlagi

“Om minggu besok lari enggak om? Mau ngobrol..”
“Boleh minggu ya nis abis lari aja.”

Seusai lari-lari gemes, jogging-jogging imut dan koprol-koprol cantik akhirnya ketemu sama si om profesor. Si Om pake kaos sama celana santai. Penampilan yang beda banget sama penampilan sehari-hari yang kemana-mana rapih dan necis bak raja minyak dari medanl ah.hehe.

Si Om ini orangnya santai bisa nempatin situasi dimana jadi galak sama mahasiswa-mahasiswa bandel sama menjadi sangat asik kalau lagi konsultasi. Sekian banyak perbincangan kami, ada satu bagian yang aku favorite kan.

Bahagia itu sederhana, bisa jalan-jalan santai, makan di warung tenda, beli nasi uduk deket rumahmu pake motor sama si Tante

Itu satu makna bahagia menurut beliau, kamu?
Desember

2015

Minggu, 06 Desember 2015

Ditinggal Nikah?

Awkward banget ya judulnya. Haha. Serius ditinggal nikah itu menyedihkan. Sedih ditinggal status single to be married. Ditinggal nikah siapa sih nis? Haha. Yang pasti bukan pacar, enggak punya pacar soalnya.hehe.

Entah aku yang lagi baper atau gimana, tiba-tiba aku merasa kehilangan orang yang aku sayang dengan berubah status “married”. Bahagia akhirnya mereka menemukan belahan jiwanya melengkapi separuh agamanya tapi sekarang aku punya batas lebih berjarak. Misalnya tidak mudah menemukan waktu yang sama-sama bisa bercerita panjang lebar ngalor ngidul. Ya soalnya mereka juga punya prioritas yang lebih dengan kewajiban yang baru. Aku ngerti kok #baper.

Hehe. Tapi dengan begitu aku jadi lebih menghormati waktu. Setiap orang kan punya prioritas waktu yang berbeda-beda. Aku tetap bisa punya waktu khusus dengan mereka-mereka kok, kami pun akan saling memprioritas waktu tersebut. Alhamdulillah. Atau enggak jika jarak benar-benar memisahkan kami, beda benua, beda negara, beda propinsi, beda kota, atau beda rumah pun kami tetap bisa komunikasi jarak jauh, video call atau sekadar berkirim pesan. Ini bagian paling seru kalo kalo kangen-kangenan via videocall hahaha.

Sekian banyak bercerita, ada pertanyaan “Kapan nih nis nyusul?” Aku menanggapi secara bijak, pertanyaan yang bukan lagi pertanyaan baper-baperan. Pertanyaan yang bukan lagi ditanyain sm orang-orang pas kondangan tapi justru orang-orang terdekat. Justru di moment-moment itu aku berdoa.

“Gimana cara memantapkan diri sendiri ya siap atau enggak ya?” tanya aku.

“Nonton kajian pra-nikahnya Salim A. Fillah aja di youtube atau kalau sempet dateng kajian pra nikah aja, setelah mantep baca buku psikologis suami-istri” jawabnya.

Kamis, 17 September 2015

Salam dari Lombok

Salam dari tengah ribuan pulau di Indonesia!



Cahaya matahari sore itu, sunset pertama di kota Mataram. Bersyukur bisa sampai di sebuah kota di tengah pulau lombok. Lagi-lagi bertemu orang dengan berbeda karakter, suku dan bahasa. Terkadang perbedaan itu lucu ya, saya punya kamu enggak punya. It’s so nice!

PANTAI MALIMBU. Pantai di utara lombok yang sering digunakan untuk pelabuhan orang-orang yang ingin menuju beberapa gili. “Yah kita baru bisa sampe lihat pulau-pulau gili itu ya, belum sampe nginjek pulaunya” Ketawaku miris. Ah mungkin belom moment yang tepat mungkin nanti bersama orang tepat. HAHAHA. Pemandangan beberapa pegunungan di arah yang berlawan sekitar pantai merupakan pesona yang tidak kalah menarik. Jalan yang naik turun namun jalan sudah rata. Di pantai ini juga bagus untuk moment sunset karena lokasinya mendukung secara geografis. Hal yang perlu dicatat yaitu banyak orang yang nongkrong sekitar pantai khusus anak muda dengan motor gaul ala-ala. Hati-hati juga dalam mengendarai mobil, banyak motor-motor yang  berjalan sembarangan. Pantai malimbu dan senggigi berdekatan, tetapi saya merekomendasikan malimbu, keadaannya lebih bersih dan lebih indah. hehe

AIR TERJUN SENDANG GILE. Air terjun dengan dua trap (dua lapis). Lokasi di senaru, lombok utara. Lokasi di bawah jalan sehingga pengunjung yang datang harus turun ke bawah. Pengunjung harus melewati banyak anak tangga. Untuk mencapainya diperlukan 20 menit jalan santai.

KAMPUNG MONYET. Lokasi di Lombok Utara. Area ini dipenuhi banyak monyet yang berkliaran. Berbeda seperti di Bali, disini monyet tidak melakukan hal jahat seperti mengambil kacamata atau handphone. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kita tetep menjaga jarak.

MUTIARA. Pulau lombok terkenal dengan souvenir mutiara. Saya berkunjung ke tempat penjualan mutiara. Haha belum cukup sih kantongnya tapi ternyata penjual baik bisa ditanya-tanya. Prinsip penjualnya, boleh tanya-tanya saja siapa tahu saudara atau teman-teman kamu yang bisa kamu rekomendasikan kesini.

Pada dasarnya, mutiara dibagi dua mutiara air tawar dan mutiara laut. Kualitas menentukan harga. Kualitas mutiara air laut lebih bagus dari segi warna dan bentuknya yang membulat sempurna. Sedangkan mutiara air tawar tidak ada yang bulat sempurna. Mutiara yang berwarna coklat adalah mutiara yang sudah diberi pewarna. Harga mutiara beragam dihitung berdasarkan gram nya. Akan tetapi untuk nilai harganya tidak seperti emas yang naik atau stabil. Ketika kita membelinya, kita akan punya sertifikat untuk mutiara sehingga jika ingin dijualnya dapat harganya masih dapat baik. Biasanya jika ingin harganya tetap baik, bisa menjual kesesama penyuka mutiara. Untuk yang kantong terbatas, banyak penjual souvenir mutiara-mutiaran di sekitar pantai.

OLEH-OLEH. Ada beberapa penjual toko oleh-oleh tapi tidak banyak tersebar di kota Mataram sehingga saya sedikit kesulitan untuk mencarinya. Dan untuk makanan khas dan jajanan khasnya saya juga sulit menemukannya. Yang paling ciri khas dan mudah ditemukan yaitu ayam taliwang. Rasanya mantep, dan yang perlu dicatat rasanya PEDAS. Haha. Hati-hati yang tidak suka pedas, perlu waspada.

Catatan:
1. Jangan lupa selalu bawa tas yang simpel memuat kacamata hitam, alat sholat (untuk yang muslim), dan seperangkat isi dompet.hehe.
2. Untuk transportasi, ada penyewaan mobil dan taxi. Untuk penyewaan mobil sebaiknya mencari rekomendasi orang-orang yang pernah kesana. Mungkin yang berminat, saya bisa bantu.
3, Gunung rinjani dan pulau gili adalah tempat yang belum dikunjungi, semoga next time punya kesempatan dan waktu pergi kesana. *hope and pray





Semoga diberi kesempatan menikmati indahnya bagian bumi ini.

September 2015,

Agnisaa

Kamis, 13 Agustus 2015

Halo kota Siger!



Welcome to Lampuuuung!

Akhirnya menginjakkan kaki ke ujung Sumatra ini. Tidak banyak persiapan sebelumnya. Rencana yang singkat dan rekrut orang juga singkat. Setelah beberapa kali batal untuk berpergian ke beberapa lokasi yang sudah di list. Hahaha. *rejekiorangsabar.

Perjalan kali ini ala ala backpacker. Harusnya bisa aja naik damri dari gambir ke lampung tapi kami naik kereta terus naik bis. Ya istilahnya ‘ngeteng’ lah.hehe. Budgetnya jauh setengahnya dari naik damri. Tidak semua orang mau ngeteng makanya rekrut orang kali ini yang mau aja. Prosesnya seminggu. Dari pembuatan ittenary sampe perekrutan orang.

Perjalanan di awali dengan naik kereta dari st. Tanah abang ke merak. Yang perlu di notice disini, jadwal keretanya enggak banyak dan belinya online jadi mesti gercep gerak cepet hehe. Sampai di pelabuhan kami beli tiket untuk naik kapal harganya 15ribu. Kemudian setelah itu bisa naik bis ke terminal rajabasa. Nah dari terminal rajabasa boleh deh tentukan tujuan kemana...

Pesona pantai pasir putih lampung ini mengalihkan duniaku. Haha #ciye. Masih bersih banget, inilah baru namanya cuci mata. Tidak ada gedung dan bangunan kaku dimana-mana. Sepanjang perjalanan menuju pulau Pahawang, sepanjang mata kami dapat memandang pohon pisang dan pohon coklat. Maklum aja jarang main ke pantai.

Perjalanan kali menyadari kekayaan alam Indonesia ini sangat mahal! Ini mungkin bagian dari kebahagian yang tidak terbayar dengan uang. Tapi kalo mau kesana butuh uang.. haha. Pengalaman dan perasaan yang tidak semua bisa dapatkan. Luasnya laut membuat diri kita tidak ada apa-apanya. Kita mah apa atuh ya serpihan kali ya. Semoga jadinya serpihan berlian ya.

Beberapa hal yang perlu diingat juga, ketika memilih travel atau sejenis mobil pribadi yang disewakan untuk tujuan tertentu, yang biasanya digunakan untuk perjalanan ke pelabuhan. Pilih yang aman dan nyaman. Beri waktu untuk sekedar berbincang dengan supir sehingga tahu karaker supirnya. Biasanya travel mobil pribadi ini suka ngebut untuk sampai tujuan agar bisa ngejar setoran  lagi. Dan ini membuat saya tidak rekomended. Sayang nyawa apa sayang uang? -__- Kenyamanan naik bis jauh lebih baik. Akan tetapi waktu yang dibutuhkan juga lebih lama. Pelan-pelan yang penting selamet ya hehe.

Mari melakukan sebuah perjalanan!

Agustus 2015

Agnisaa