Senin, 26 Desember 2011

Marine oh marine...

Faktor sehabis nonton video kang Danang sewaktu SMA di NF membuat banyak perubahan dalam pemikiranku. Termasuk juga menginginkan menjadi anak ITK (Ilmu dan Teknologi Kelautan) IPB. Haha Bukan hanya itu saran dari guru BP aku dulu juga kesana. Padahal sebelumnya aku memang menginginkan Lanskap. Berbagai alasan dan dukungan dari guru BPku dulu mendorong aku memilih ITK dari pada lanskap. Karena faktor nilai try out juga enggak sampai ke Lanskap. Setelah itu otakku sudah mulai terkontaminasi.

Pesona bawah laut akhirnya terbayang-bayang dalam otakku. Ditambah lagi hobi backpacker-an yang mendukung membuat aku selama les di NF hampir setiap malam mencari tahu info tentang ITK dan beberapa pesona bawah laut. Ups, hampir luntur sejenak impianku masuk Lanskap. Intinya aku suka yang natural dan menemui makhluk Tuhan yang indah-indah. Sebenarnya di dalam hati masih berdoa agar nilaiku naik dan melejit untuk masuk Lanskap.

Alangkah sedihnya ketika H-3 akan ditutupnya pendaftaran SNMPTN, mama sama sekali tidak mengijinkan aku memilih ITK. Takut ilang di laut.. Ya ampun alasan konyol menurutku, berbagai alasan aku berikan sama sekali tidak digubris. Aku tidak mau tes terakhirku ini berakhir buruk karena tidak direstui mama. Ketahuan kali ya, dengan gaya bicara kurang meyakinkan kalau suka ITK, *ups memang Lanskap di hati..

Dengan bolak balik guru BP hari itu, dengan mempertimbangkan baik buruk atas pilihanku dengan nilai yang selama ini aku peroleh. Guru BPku bilang, "Keyakinan itu mengalahkan semuanya. Saya sudah yakin, Lanskap memang keinginan awal sulit diubah. Nilai.. ya mungkin miris dilihatnya. Tapi saya yakin kamu masuk. Keyakinan is miracle. Sudahlah jangan bimbang, keinginanmu apa."

Walaupun dengan perasaan bimbang, karena sudah terkontaminasi dengan pesona ITK, aku yakin milih Lanskap. TAPIII enggak bohong ya, masih ingin jadi anak ITK..Hahahaha

Siang ini aku menemani temanku membeli alat selam, UPS! membuat hati luluh. Ya ampun kalo saja, aku masuk ITK, aku akan membeli semua ini *sambil menatap alat-alat selam yang keren-keren 0.0 


KEREEEeeen!!

Minggu, 25 Desember 2011

Ragam karakter

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Namanya manusia.. Kalau tidak beragam rasanya aneh. It's life right? Nah itu kenapa manusia disebut makhluk sosial. Karena kita saling membutuhkan dan tidak ada yang bisa hidup mandiri. Begitu juga dengan karakter yang berbeda-beda, kita diajarkan untuk beradaptasi. Karakter yang berbeda membuat kita harus saling mengerti. Tidak semua orang dapat diperlakukan dengan sifat dan sikap yang sama.

Beragam karakter, profesi, umur dan jenis kelamin dapat ditemukan di kehidupan kita sehari-hari. Dari SD sampai kuliah pasti menemukan ragam karakter yang berbeda kelasnya. Dari SD kita menemukan masalah bersosialisasi terutama dengan teman sebaya. Nah semakin dewasa, permasalahan yang ditemukan semakin rumit penyelesaiannya. Misalnya di bangku kuliah, permasalahan yang ditemukan tidak bisa diselesaikan dengan jalan keluar yang sama dengan anak SD.

Itu pentinya kedewasaan. Eits, tapi jangan salah kedewasaan kadang tidak bisa dilihat dari umur saja. Banyak faktor yang ditentukan entah itu lingkungan baik dari keluarga, teman atau orang lain.
Jika kita sering bermain dengan penjual minyak wangi, maka kita akan tertular wanginya
Nah lingkungan adalah faktor yang dominan membentuk karakter kita. Tidak bisa dipungkiri, entah kita yang diwarnai atau kita yang mewarnai. Artinya kita yang membuat sebuah atmosfer di lingkungan kita atau malah kita yang terbawa dengan lingkungan setempat.

Oke kembali ke topik, memahami berbagai karakter. Kadang sulit memahami beragam karakter di kehidupan ini. Sifat egois yang mendarah dalam tubuh manusia kadang sering timbul dan mendominasi setiap karakter kita. Tetapi bagaimana kita bisa mengendalikannya. Mungkin kita bisa membayangkan bagaimana jika kita menjadi orang yang akan diegoiskan. Pasti tidak enak rasanya. Sama seperti pepatah yang bilang, jika mau dihormati, hendaklah menghormati terlebih dahulu..

Sangat sulit memahami karakter setiap orang. Sabar dan pandai menjaga lisan kuncinya. Nah bagaimana jika kita yang diegoiskan ups enggak enak deh kata-katanya dizholimi aja ya.hehe. Diam itu lebih baik dan maafkanlah.

Ragam karakter di kehidupan memang sulit...
Namanya manusia pasti pernah ber-ego, tinggal bagaimana kita mengendalikannya...
Sabar dan saling mengerti..

Kamis, 22 Desember 2011

FINISH

Dingin malam yang semakin menusuk ruang bernafasku. Udara kecil tanpa tersadar mendadak keluar. Sebuah angin yang sangat tidak sopan terdengar. Tahak kebanyakan orang menyebutnya. UPS! Apakah ini tanda masuk angin?

Aku nikmati malam ini dengan suara-suara malam yang indah. Entah suara deruman motor masih terdengar. Jam berapa ini? Hampir tengah malam rupanya, aku masih terseret-seret dengan jarum jam ini. Mataku belum mau beristirahat. Pikirankku masih berjalan-jalan mencari tempat bersandar yang nyaman.

Akhirnya buku itu telah ku habiskan. Dengan senyum lebar selebar-lebarnya senyum aku menutupnya. Ini benar-benar vitamin akhir tahun...

*Referensi yang bagus, RANAH 3 WARNA.

Bukan sekedar motivasi saja, tetapi menambahkan rasa nasionalis.. MANTAP GUYS!

Rabu, 21 Desember 2011

Vitamin Akhir Tahun

Salam semangat untuk teman-teman yang sedang memperbaiki diri...

Tidak bosan-bosannya aku utarakan semua tentang Desember. Penghujung tahun yang semakin pekat. Hempasan udara keras membawa kita tak terasa akan roda waktu. Perjalanan di penghujung tahun akan semakin keras. Dan semua akan termakan usia. Sudahkah kau membuat jejak??

Jika kuingat dulu, video semangat kang Danang sang pembuat jejak begitu mempesona. Aku salut dengan semangatnya. Selembar kertas yang selalu dibawanya seakan vitamin kehidupan. Tidak kata lelah, tapi namanya manusia pasti ada rasa itu. Justru itu setelah kelelahan akan bangkit semangat yang lebih dari sebelumnya. Dan entah sudah ratus mimpi yang sudah dicoret? Dan entah masih berapa ratus lagi yang belum tercoret??

Kini, novel ranah 3 warna seakan vitamin yang sedang aku minum akhir tahun ini. Telat ya mungkin telat aku membacanya. Sedikit menyesal menunda waktu membaca tapi alhamdulillah akhir sudah dibaca...