Sabtu, 25 September 2010

Gagal membuat kita tahu cara yang salah

Suatu ketika saya sedang mengikuti sebuah diskusi panel dan saya kebetulan mendapat tempat duduk agak terlalu belakang. Sehingga sulit bagi saya melihat pembicara tanpa kacamata. Tapi toh diskusi itu bukan hanya untuk melihat siapa yang berbicara tetapi apa yang dibicarakannya. Jadi saya tidak putus asa mengikuti diskusi panel tersebut walau dengan pengelihatan terbatas jarak jauh.

Ketika sesi tanya jawab berlangsung saya melihat beberapa penanya yang cukup banyak. Tetapi karena terlalu banyak sang moderator kebingungan dan meminta penanya untuk berlari ke depan podium siapa cepat siapa bertanya. Ketika itu penanya sangat banyak dari koridor atas sampai pojok ruangan sekalipun. Dan tahukah ruangan itu sangat besar. Sedangkan saya duduk hampir di tepat di tengah ruangan tersebut tetapi agak kebelakang sedikit.

Kemudian yang tadinya saya sangat ingin bertanya pada pembicara tersebut, keinginan saya tiba-tiba menciut seketika. Padahal pembicara ketika itu merupakan pembicara wirausahawan yang luar biasa. Dan sangat menyesal bila saya tidak memanfaatkan moment seperti itu. Tapi bodohnya tiba-tiba saya ragu bertanya. Memikirkan apakah saya mampu berlari ke depan podium dengan letak yang sangat jauh ini sedangkan yang dibutuhkan hanya 10 orang penanya.

Tapi keraguan itu membuang waktu berharga. Waktu yang diberikan habis ketika saya baru berdiri...

Ternyata tahukah anda  salah satu dari mereka ada yang duduk  lebih jauh dari tempat duduk saya ketika itu...

Perasaan menyesal mendalam menohok sekejap... Saya telah meninggalkan moment berharga hanya dengan sebuah keraguan..

Pelajaran:

Jangan melihat dimana atau siapa kita sekarang, karena itu akan membuat kamu ragu untuk bertindak atau mewujudkan apa yang kita inginkan. Maka pikirkanlah bagaimana yang harus kita lakukan sekarang...

Jika masih punya satu jam waktu, maka gunakan satu jam itu untuk hal yang terbaik. Jika masih punya waktu 10 menit  maka gunakan 10 menit itu untuk hal yang terbaik. Dan jika punya waktu hanya 1 detik, maka gunakan 1 detik  itu untuk hal yang terbaik

Kamis, 16 September 2010

cooking is fun

'cooking is fun'
lagi lagi aku senang sama kata-kata itu..
masak itu bisa melupakan stress lho. walaupun awalnya aku enggak pernah megang alat-alat dapur tapi semenjak 6 bulan lalu tanpa pembantu, itu mendorong aku mencoba dan menyentuh alat-alat dapur.

Pertama-tama takut menggoreng. Apalagi menggoreng ikan atau ayam. Haduuuuh, minyaknya sangat enggak bersahabat. Nyiprat nyiprat gitu. Tapi aku enggak kehabisan ide, aku pake tameng. Hahaha. Tamengnya tutup panci. Sampai orang-orang rumah bilang, "Mau perang sama siapa nis? sama ayam goreng??" Aku cuma cengar cengir aja.

Kedua, aku paling males sama ngupas bawang. Awalnya sih enggak tau teknik ngupasnya yang bener.Alhasil nangis bombay...hahahaha. Pedih banget ya ampun. Tapi alhamdulillah sekarang udah bisa... :-)

Ketiga, males sama ngulek. Hem, sampai sekarang juga belum bisa-bisa banget ngulek. Kalo enggak ada mama, tapi disuruh bikin sambel, diem-diem aku suka pake blender sdikit buat ngancurin. Habis itu baru lanjutannya ngulek sendiri deh...hehehe (masih tahap belajar...)

Aku memang pemula kalo urusan masak tapi aku enggak kalah enak kok sama masakan rudi hadisuwarno...lho? eh maksudnya rudi haerudin...hehehe. Jadi sekarang masih tahap coba-coba sama resep baru alias coba bikin resep sendiri... dan sering-sering bantu mama masak. Jadi bisa tahu deh trik-trik masak. Bukan cuma sulap doang lho ada triknya....hahahaha

Selasa, 14 September 2010

Manisan kolang kaling

Teman-teman pasti punya kebiasaan khusus lebaran yang enggak pernah ketinggalan kan?? Seperti halnya orang padang, pasti di antara ketupat, sayur ketupat ala padang dan lauk pauk lainnya pasti ada yang enggak pernah ketinggalan yaitu rendang. Iya kan?? hehehe..

Begitu juga saya, sama halnya seperti teman-teman lakukan. Tetapi bukan rendang atau makanan lainnya tapi manisan kolang kaling ala betawi. Udah pernah dengar belum?? Atau udah pernah makan??
Smiley Face Nah di rumah saya, mau mudik atau enggak pasti bikin deh. Bukan kewajiban sebenernya tapi gimana gitu kalo enggak bikin (jadinya apa dong namanya??? hahaha). Padahal saya bukan orang betawi tetapi cuma lahir dan tinggal di jakarta dan tinggal di daerah orang-orang betawi. :-)

Nah mau lihat bentuk manisannya? Dibawain nih tapi gambarnya aja ya..
Smiley Face


Manisan kolang kaling juga banyak yang jual kok. Tapi hati-hati sama pewarnanya. Kadang-kadang suka pakai pewarna pasta. Dan itu kalau sering dipakai dan dimakan, enggak baik untuk tubuh. Minat untuk membuatnya, gampang....hehe. Ayo lihat resep di bawah ini.

Bahan: Kolang kaling 1 kg (sesuai selera), gula pasir (selera), daun jeruk, air dan fanta (warna sesuai selera)
Cara:
  1. Cuci kolang kaling sampai benar-benar bersih. Buang bagian yang kerasnya.
  2. Rebus kolang kaling bersama air gula dan daun jeruk.
  3. Setelah matang dan empuk, diamkan beberapa saat.
  4. Lalu buang air gulanya dan sisakan secukupnya. Kemudian masukkan fanta ke dalam kolang-kaling yang sudah matang. Diamkan dua hari sebelum dimakan agar air gula dan warnanya meresap.
*hindarkan pemakaian pewarna pasta.
*kalau ingin tanpa warna, bisa hanya dengan gula saja.

Selamat mencobaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..... 

Minggu, 12 September 2010

Sang Pencerah

Film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini cukup menarik. Film ini memang dikhususkan untuk warga Muhammadiyah tapi ini juga bagus kok untuk khalayak umum. Kita bisa mengambil banyak hikmah dalam film ini.

Film ini mengisahkan K.H Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) seorang ulama dari kampung kauman, Yogyakarta berusaha mengembalikan kemurnian Islam yang sesuai Al-qur'an dan Hadist.

Para pemain Sang Pencerah yaitu Lukman Sardi sebagai pemeran KH Ahmad Dahlan, Zaskia Adya Mecca (Nyai Ahmad Dahlan), Ikranegara (Kyai Abu Bakar), Sujiwo Tejo, Giring Nidji (KH Sudja, murid KH Ahmad Dahlan) dan sejumlah artis pendukung lainnya.

Saya sangat salut pada film ini sebab karakter K.H Ahmad Dahlan yang luar biasa. Beliau bukan pemuda biasa pada umumnya beliau memiliki cara pandang yang sangat luas. Memiliki konsep-konsep khusus yang tidak dimiliki orang lain. Dan menjadi pelopor untuk kemajuan lingkungannya khususnya kampung kauman, Yogyakarta.
*pesan ini sangat cocok untuk pemuda zaman sekarang nih... jangan cuma ngikutin tren ini itu, tapi harus jadi pelopor dong untuk kemajuan bangsa...hehehe

Sayang diawal-awal film ini saya dibuat bosan, tapi toh akhir film ini bagus dan tidak mengecewakan kok.


Buat teman-teman ini bisa menjadi refrensi Film motivator...
.


*Oh ya jadi pelopor itu tidak mudah lho, penuh perjuangan dan jiwa yang tangguh... semangat!!