Rabu, 25 Desember 2013

Chiang Mai Culinary

1. Cemilan sejenis creps atau lekker ini seharga 20 Bath. Manis dan renyah.


2. Sejenis siomai, tapi jenis lebih kreatif macemnya. Perpaduan kentang, sayur, seafood dan lain-lainya. 1 siomai 10 bath. Ukurannya setengah genggaman tangan -_-" lumayan gede. Dan penjual makanan ini muslim lho. Seneng banget pas ketemu.

3. Mango Sticky Rice. Ketan manis dicampur potongan mangga ini seharga 40 bath. Lumayan kayak jadi lupislah rasanya. Enak...

4. Nah kalau ini sejenis mie nastel (mie nasi goreng) biasa disebut pad thai tapi disini lebih campur-campur lagi isinya. Harga makanannya 45 bath. (halal)

6. Tomyam. Sejenis soto khas thailand. Katanya di jakarta banyak tapi belom pernah nyoba sih. Harganya 150 bath 1 porsi mangkok besar untuk 3 orang. Dan ayam gulung daun pandan. Lupa namanya apa.hehe. Ini yang jual orang india muslim. Terus mereka seneng banget ada muslim yang datang ke tempat makan mereka..
7. Sejenis ronde plus kembang tahu tapi enggak berjahe, tapi ada rempahnya sih dikit. Enggak tau namanya soalnya yang jual enggak bisa berbahasa inggris. Jadi pake bahasa isyarat belinya -__- tapi enak kok buat penghangat badan. (Lokasi: bangkok).

Closing



Rumah makan "Ah Poong" adalah rumah makan dengan konsep apung. Taman di sekitarnya kece banget. Lokasi di sentul. (Info: Dari Bogor bisa naik transpakuan dari botani square ke bellanova, udah gitu tinggal jalan kaki). Tempat ini juga lumayan buat refresing dan kumpul dengan teman sejawat atau keluarga. Dan di ah poong ini akhirnya kita bisa kumpul lengkap ya Jaka Lesmana Putra, Hasdevi A. Dradjat, Vivi Antania, Tarmizi dan Wisnu Lazuardi sebelum cabut penelitian habis semester ini. Semangat lho nyekripsi..






Pikiran positif

Bersyukur nikmat yang tiada batas. Masa-masa peralihan pada grafik hidup yang kedua ini cukup curam. Mencoba fokus satu tahun ini di dunia peng-arsitek-an. Maklum soal grafis saya harus pontang panting dulu, tapi enggak apa-apa namanya belajar, iya kan? :D

"Bisa" itu kata yang menyihir hidup ini di semester ini. Udah megap-megap, rasanya hidup tinggal besok. #lebay tapi harus tetep pikir positif bahwa semuanya bakal lewat dengan happy ending. Dan berhasil...haha. Alhamdulillah. Intinya tetap berpikir positif aja, pikiran positif itu doa juga kok mas mbaknya. 

Senin, 02 Desember 2013

Berkah November

Terima kasih sebelumnya untuk 2 bidadari kece sebagai partner selama 3 bulan ini yaitu Hasdevi A. Dradjat dan Sarastika Tiastiningsih. Akhirnya kita bisa nambah cap di paspor lagi di akhir tahun ini. Menikmati bumi Allah yang nan indahnya. Bertemu orang-orang besar yang rendah hati dan banyak pelajaran lainnya.

Kesan pertama di Chiang Mai, Thailand sebagai salah satu kota yang kuat dengan budayanya adalah tenang dan damai. Enggak ada macet dan udara yang bersih. Jadi inget kata-kata pa hadi, "Setiap negara punya ciri khas bau negara tertentu". Disini saya mencium bau bunga kuning khas thailand yang wangi jujur enggak tau namanya. Lupa nanya nama bunganya.hehe Nanti ya saya cari tahu dulu.. Hampir dimana-dimana bisa ditemukan bunga ini. Dari airport hingga pinggir jalan di kota bahkan di hotel ada. Ciri khas yang luar biasa. 


Dan inget juga kata-kata pa hadi dari temannya ketika sampai di Indonesia (CGK). Ciri khas bau Indonesia "Minyak". Owh agak bete sih awalnya pas denger di kelas, kayaknya enggak begitu. Dan berdoa bisa ngebuktiinnya. Alhamdulillah telah diberi kesempatan itu. Iya bener ternyata. hiks hiks. Hidung memang enggak bisa bohong. Udara begitu terasa ketika pas keluar pintu airport. Ehm... "Minyak" disini bisa dimaksud polusi asap kendaraan kali yah. Benar-benar 180 derajat beda. Tapi walaupun begitu, ini menjadi semangat lho buat menjadikan negara kita lebih baik.. #semangat.


ICSA 2013, Chiang Mai, Thailand.

Detik-detik presentasi.
The last time with the other presentator.
Terima kasih buat usaha dan kerja kerasnya.
Note: Harus lebih banyak belajar dan pantang menyerah ya!