Sabtu, 03 Agustus 2013

Desa dan anak kecil?

Ada hubungan enggak ya, desa-anak kecil?
Kalau kata senior, coba deh nanti kalau tinggal di desa deketin si anak-anak kecil disana. Sebelum turun lapang, kayaknya omongan itu hanya lewat masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Tapi setelah kenyataan, ternyata teorinya bener. hehe

Awal mulanya kami dulu sering shalat di masjid entah zuhur ashar atau shalat apa aja. Ini disebabkan letak rumah kami yang dulu berdekatan dengan masjid. Lagian shalat di masjid itu lebih khusyuk. Ya walaupun di rumah juga bisa khusyuk tapi beda aja feelnya. :D Nah enggak tau kenapa mereka mulai caper-caper, nah itu salah satu tanda kalau mereka ngajak main. Gila sok tau banget ya, teori teman!hehe

Itu deh mulai kenalan kita sama si anak kecil..

Ternyata mereka seneng banget ya, sampai kita akhirnya pindah ke rumah yang terakhir dan letaknya cukup jauh dari masjid, mereka masih mau main. Mereka yang datang ke tempat kami. Sampai suatu saat kami over dosis, hampir 3 kali sehari mereka datang. Huooo udah kayak minum obat ya. Akhirnya kami mulai jujur jika kami lelah dan mungkin membutuhkan waktu istirahat, mereka mengerti. Namun ketika di Bulan Ramadhan mereka tiba-tiba enggak main dalam beberapa waktu, kami mulai panik, jangan-jangan mereka marah lagi. Dan ternyata mereka se-geng lagi marahan jadi enggak main ke rumah. haha #oke bikin shock

Enggak cuma main, kita juga belajar bareng lho. Saya sempat mengajarkan mereka belajar buat kartu lebaran dengan cara menggambarnya sendiri. Haha ternyata mengajar itu enggak semudah kita belajar lho. Perlu kesabaran dan inovasi khusus. Ini juga karena mereka berbagai macam umur jadi beda-beda kemampuan yang dimiliki. Baru kepikiran, penting juga membuat step-step sesuai kemampuan. Haha maklum aja ya.


Belajar menanam pekarangan.
Main kartu 'aku anak sholeh'


Thanks your smileee

KKBM 2013 (part 1)

Ya ini salah satu program selama KKBM yaitu sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada anak kecil dan salah satu target kami, anak SD. Jujur ya awalnya takut banget kalau bakal nge-bosenin sama teori-teorinya. Akhirnya hasil diskusi panjang dengan teman sekelompok, kami mengadakan games. Iyalah, yang namanya anak kecil itu cepat bosan. Noted, "cepat bosan"

Jadi pinter-pinter kita aja, bagaimana dalam waktu singkat seseorang yang kita ajarkan ingat dan paham apa yang kita ajarkan. Karena anak lapang mungkin, jadi saya juga merasakan bagaimana suatu ilmu kadang sulit diterapkan jika hanya dengan teori. hehe.

Teori di awal
Dalam sosialisasi ini kami membuat sistem yang bertahap, yaitu belajar teori dan praktiknya. Pembelajaran di kelas kami mulai membagi dengan berkelompok. Ini dikarenakan jumlahnya cukup banyak yaitu 50 orang. Kami buat beberapa kelompok kemudian kami duduk melingkar di bawah, setiap kelompok ada mentor yang mengawasi dan mengajarkannya. Setiap kelompok punya ciri khas masing-masing, ada yang hiperaktif banget ada justru yang pendiam.
Pembelajaran di kelas
Setelah menjelaskan teori kami turun ke lapangan. Games yang dilakukan tidak dilakukan di kelas. Enggak kebayang betapa sesaknya 50 orang berlari-lari di kelas -______-"

Gamesnya simple, yaitu membedakan jenis-jenis sampah. Mereka mengumpulkan berbagai jenis sampah di sekitar sekolah kemudian memasukkan ke kantong yang sudah disediakan. Yang paling banyak dan paling sedikit kesalahan itu yang menang. Ternyata mengatur di lapangan cukup sulit, mau tenggak mau saya juga harus lari-lari. Tiba-tiba terbesit sesaat, ingin kembali kecil lagi. 

Hebohnya di lapangan
Karena enggak tau kenapa, kenapa semangat anak kecil itu besar ya? Bukan hanya semangat larinya, tapi juga semangat belajarnya. Nah itu yang kadang-kadang tanpa kita sadari saat kita semakin dewasa. Hahaha sok bijak banget.
Penghitungan banyak sampah dan penilaian
Nah habis itu, setelah memegang sampah, mereka diajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar. Jujur ya, saya aja baru tau teknik yang benar cara mencuci tangan.hehe *sambil belajar juga ini
Di akhir acara, kita memberi reward untuk yang menang gamesnya. Itu penting, reward atau punishment dalam metode pembelajaran. Tapi saya lebih senang reward, agar menambah semangat belajar. Kadang punishment membuat kapok untuk belajar. Tapi tidak semua orang bersikap begitu kadang mungkin bisa terbalik.


Yeay lalala take photo together
Banyak banget pembelajaran yang bisa diambil. Thanks that day!!

Jumat, 02 Agustus 2013

KKBM 2013 (home stay)

Hi Agustus!
Setelah lima minggu jauh dari peradaban.. :D

Liburan semester ini dihabiskan banyak untuk KKBM (Kuliah Kerja Bersama Masyarakat) atau biasanya bisa disebut PL (Praktik Lapang) atau KKN atau KKP atau sebagainya.hehe KKBM ini dilakukan di desa yang sudah ditentukan selama 2 bulan di bulan Juli-Agustus serta melakukan program yang telah dibuat sesuai dari permasalahan desa tersebut.

Kali ini tempat KKBM saya di bogor. -___-" Tempat yang jauh tidak terprediksi. haha. Walaupun letaknya terdekat dari kampus, waktu tempuh yang dihabiskan untuk sampai di desa 2 jam lho. Letaknya di Desa Curug Bitung, Kec. Nanggung, Bogor. Akses jalannya sedikit kurang bersahabat, kalau kata orang jawa, jalannya ujlak-ujlakan. Beberapa teman sekelompok mabuk darat, padahal yang namanya mahasiswa IPB naik angkot sudah biasa, tapi kok ini bikin mual ya. Iyalah pasti perutnya terkocok-kocok.

Satu kelompok membina satu desa, satu kelompok juga dari berbagai macam bidang studi. Jadi enggak kaget kalau kadang setiap kelompok ada masalah atau cekcok sedikit. Ya, teman sebidang aja, kadang sulit untuk diajak kerja sama, bagaimana dari berbagai bidang untuk dua bulan? Alhamdulillah, teman sekelompok asik-asik.

Fitria (Gizi), Saya, Tria (Ilmu Keluarga dan Konsumen), Sa Ni (Gizi), Rizka (Komunikasi, dan Takbir (agronomi)
Banyak pengalaman yang kami lewati dari pengalaman berhasil sampe gagal haha. Di tiga hari awal kami pindah rumah sampe tiga kali. Dari hanya sebuah ruangan kosong 3x3 meter yaitu ruang PKK, rumah mau roboh dan terakhir alhamdulillah akhirnya ketemu.

Dan menentukan tempat tinggal dalam turun desa, PL, KKN atau sejenisnya kita harus sabar dan teliti. Jangan bertindak terburu-buru. Ini ada tips sederhana hasil dari pengalaman kemarin:

Hal yang pertama perlu diperhatikan adalah letak rumah dengan keramaian baik siang maupun malam. Usahakan letaknya di pinggir jalan, jangan terlalu masuk ke dalam gang, agar mudah dipantau oleh orang-orang sebagai pendatang. Selain itu, dari segi keamanan akan terjamin.

Kedua, kondisi fisik rumah yang kuat. Ya minimal ketiup angin enggak roboh dan hujan tidak kehujanan (tidak bocor). hehe. Selain itu, kondisi air yang selalu ada, listrik yang dibutuhkan, cek penerangan setiap ruangan, pintu rumah dan kunci yang aman agar tidak mudah dimasuki orang dari luar, jumlah ruang kamar yang dibutuhkan sesuaikan dengan jumlah orang yang akan tinggal dan fasilitas penunjang yang dibututuhkan.

Ketiga, setelah fix dengan semua kondisi rumah, maka hal yang perlu diketahui terakhir adalah biaya tinggal, biaya listrik, biaya makan dll.. yang pasti yang berhubungan dengan keuangan.

Hahaha unforgettable moment bangetlah pokoknya.
Dengan pindah-pindah dan lewat bawa-bawa barang sebanyak itu warga desa jadi tahu kehadiran kita. :D
The first experience-lah pokoknya

Welcome to KKBM!

Minggu, 28 Juli 2013

Usaha sudah, doa sudah, tinggal menunggu hasil dan terus berusaha.
Percayalah usaha dan doa tidak akan sia-sia kok...