lelahku masih dapat terhitung oleh waktu
tetesan keringatku tak lebih dari derasnya air hujan
waktuku tak lebih lama dari hembusan nafasku..
maka apakah jiwa ini dapat bertahan hingga waktuku tiba..
memberi semua untukmu..
tapi,
aku gelisah
ketika semua sudah habis..
tak ada lagi yang akan kuberikan
karena
terkikis oleh derasnya air hujan
terlindas oleh kencangnya roda waktu
terkuras oleh jutaan kaleng yang bocor
kini,
apakah ku masih bisa?
memberikan jutaan bintang untukmu..
ketika aku terhimpit jutaan dinding
dan tak kutemukan satupun lobang disana
kemudian..
menyekik leherku
menyentuh jiwaku
perlahan mencoba mengeluarkannya
sungguh aku takut..
berada dalam kegelisahan ini
yang menyelubungiku setiap aku berkedip
mengitariku dalam hening waktu yang cepat
kini aku harus mencoba
melindas mobil dengan mobil
Sabtu, 21 Maret 2009
Kamis, 19 Maret 2009
indahnya panorama-Mu
Sebutir embun menetes dan mendarat di keningku
Ku pandangi gradien warna nan indahnya
Sang mentari bersatu dengan lembut kabut pagi ini
Panorama yang jarang sekali ku temukan
Perlahan...
Suasana hatiku pun ikut merambat
Tenang dan damai
Di ujung sana sinar mentari masih setia menemaniku.
Menyinari lembutnya hatiku
Memberitahuku seakan hari ku akan seindah ini..
Untaian cinta pun tak hentinya aku sebut hanya untuk-MU
Ku pandangi gradien warna nan indahnya
Sang mentari bersatu dengan lembut kabut pagi ini
Panorama yang jarang sekali ku temukan
Perlahan...
Suasana hatiku pun ikut merambat
Tenang dan damai
Di ujung sana sinar mentari masih setia menemaniku.
Menyinari lembutnya hatiku
Memberitahuku seakan hari ku akan seindah ini..
Untaian cinta pun tak hentinya aku sebut hanya untuk-MU
Rabu, 11 Maret 2009
sedihku
sedihku hadir
ketika aku melihatmu
bukan karena paras wajahmu
bukan karena cahaya matamu
bukan karena suara lembutmu
bukan karena kepandaianmu
bukan karena tatapan dinginmu
bukan karena sikapmu
bukan karena gerak tubuhmu
bukan karena senyum manismu
bukan karena gaya unikmu
bukan karena keputusanmu
tapi karena kini aku tak lagi mengenalimu sebagai muslim sejati...
ketika aku melihatmu
bukan karena paras wajahmu
bukan karena cahaya matamu
bukan karena suara lembutmu
bukan karena kepandaianmu
bukan karena tatapan dinginmu
bukan karena sikapmu
bukan karena gerak tubuhmu
bukan karena senyum manismu
bukan karena gaya unikmu
bukan karena keputusanmu
tapi karena kini aku tak lagi mengenalimu sebagai muslim sejati...
Kamis, 19 Februari 2009
Wahai wanita di seluruh dunia....
wanita..
perhiasan bukan sembarang hiasan.
perhiasan bukan perhiasan obralan.
tapi perhiasan yang tak kalah kilaunya dengan sang mentari.
Wanita..
dambaan pria soleh dan baik hati
Wanita..
Berlian yang tak akan murah dibeli.
Berlian yang selalu melindungi dari jutaan goresan yang dapat melukai.
Berlian yang selalu menutupi diri dengan indahnya balutan sutra.
Wanita..
selalu menjaga pandangan dan perilakunya.
Wanita yang cantik
bukan hanya dari sinar wajahnya
tapi cantik hati dan perilakunya
Wanita..
berjuta-juta kali lebih indah dari indahnya batu berlian.
lebih mahal dari mahalnya batu daimon.
tapi..
LIHAT DISANA!!
Kulihat wanita tanpa busana..
Memamerkan bentuk tubuhnya..
Memamerkan kilau rambutnya..
Kini,
dia bukan berlian!
Tapi hanya sebongkah batu
yang terdamparnya oleh jutaan lumpur
yang perlahan terkikis oleh terjangan air.
perhiasan bukan sembarang hiasan.
perhiasan bukan perhiasan obralan.
tapi perhiasan yang tak kalah kilaunya dengan sang mentari.
Wanita..
dambaan pria soleh dan baik hati
Wanita..
Berlian yang tak akan murah dibeli.
Berlian yang selalu melindungi dari jutaan goresan yang dapat melukai.
Berlian yang selalu menutupi diri dengan indahnya balutan sutra.
Wanita..
selalu menjaga pandangan dan perilakunya.
Wanita yang cantik
bukan hanya dari sinar wajahnya
tapi cantik hati dan perilakunya
Wanita..
berjuta-juta kali lebih indah dari indahnya batu berlian.
lebih mahal dari mahalnya batu daimon.
tapi..
LIHAT DISANA!!
Kulihat wanita tanpa busana..
Memamerkan bentuk tubuhnya..
Memamerkan kilau rambutnya..
Kini,
dia bukan berlian!
Tapi hanya sebongkah batu
yang terdamparnya oleh jutaan lumpur
yang perlahan terkikis oleh terjangan air.
Langganan:
Postingan (Atom)