Senin, 11 Februari 2013

Perkebunan Teh Wonosari, Lawang, Malang


Pemetik teh kece hahaha

Sore hari ketika pemetik teh akan balik ke rumah

Gedung Kesenian di Batu, Malang

Tidak sengaja melewati Gedung Kesenian di Malang. Awalnya kami ingin menuju ke BNS (Batu Night Spectaculer), rupanya di perjalanan kami melihat sebuah kawasan dan ada salah satu kios yang masih terbuka. Dari jauh kami melihat sesuatu yang menarik. That's lukisan.

Dengan segera saya mengajak teman-teman saya kesana. Rupanya tinggal seseorang pria yang berdiri memakai jaket dan beberapa perlengkapan motor lainnya. Seperti dia bergegas untuk pulang. 
"Ehm, mas maaf mau ditutup ya?" Saya sangat penasaran sambil melongok ke dalam.
"Mari mbak masuk ke dalam.."
"Jangan deh mas, kalo mau balik" Ucap saya sedih sambil mengundurkan beberapa pijakan kaki.

Namun akhirnya masnya membatalkan diri untuk pulang dan berbincang-bincang dengan kami sebentar.

Ini ya yang namanya galeri lukisan? Sepintas dalam benak saya. Saya belum pernah melihat galeri lukisan atau pameran lukisan sebelumnya. Ini pertama kali saya masuki. Sambil celingak celinguk sendiri saya mengelilingi satu-satu lukisan yang ada. Bahan yang digunakan beragam, dari bahan batik sampai entah apa namanya yang membuat tekstur timbul (lupa nama bahannya).

"Wow, ini baru yang namanya lukisan..."




Lumpur lapindo

Berkunjung ke Sidoarjo, adalah trip dadakan selama di malang. Pemandangan di televisi membuat diri semakin kepo tentang daerah lumpur lapindo itu sendiri. Dari malang (Lawang) ke Sidoarjo lumayan jauh. Walaupun dengan 1 kali naik bis ukuran tanggung, namun jarak yang ditempuh lumayan lama. (Bis surabaya-malang). Tak ada orang asli malang atau surabaya yang menemani kami. Kami hanya mengandalkan GPS dari salah satu hape dari kami. haha #nekat ya

Sampai di Sidoarjo, kami melihat sebuah dinding besar. Ada sebuah papan tertulis, "Wisata lumpur lapindo". Sepintas dalam benak saya, waduh musibah malah dijadikan wisata toh. -___-"

Udara siang itu terik sekali. Ditambah polusi dan debu yang kadarnya menurut saya tingkat dewa. Waduh ini kayak udah menyaingi Jakarta. Kering dan mulai mencium bau yang agak berbeda dengan biasa.  Bau lumpur rupanya seperti bau di kawah. hehe. Dan kebanyakan toko di pinggir jalan sudah tidak berpenghuni, bahkan ada bangunan sudah rusak. Konon katanya, daerah ini akan dibebaskan, mengingat lumpur yang semakin meluas.

Sesudah shalat zuhur, kami  mulai menyelusuri tanjakan demi tanjakan. Rupanya sebelum masuk, kami dicegat oleh segerombolan bapak-bapak sepintas terlihat seperti pangkalan ojek, namun ternyata pintu masuk. (>_<)"
"Maaf ini per orangnya 5 ribu"

Ternyata bayar hahaha. Awalnya kami kira gratis. Sesudah itu, kami naik ke atas. Dan ternyata hanya pemandangan keluarnya asap dari sebuah titik jauh di sebrang sana. Awalnya aku berpikir "Jauh-jauh ternyata melihatnya dari jauh" Ups ternyata belum sampai situ, ada seorang ibu-ibu menghampiri kami, menawarkan mengantarkan kami menuju titik nan jauh disana. Akhirnya kami menyetujui dan menghampiri titik tersebut. (naik ojek 20rb+bayar lagi dengan tingkat 'sukarela' ketika masuk yang ada awan panasnya). :D

Lubang yang masih terus mengeluarkan lumpur

Sekolah yang sudah dikosongkan (area pembebasan)

Pipa penyedot lumpur untuk dialirkan ke sungai Porong

Mesin penyedot

Haha kepanasan

Area Putih masih lunak dan jika terkena sepatu akan menempel.

Area untuk berjalan, namun ketika mengeras dan mengering akan retak-retak..
Untuk itu, sulit dijadikan bahan bangunan.

Sungai Porong

Lumpur yang masih lunak
#note: Hati-hati kaki saya hampir terjeblos di lumpur yang masih lunak -_-"

Selasa, 05 Februari 2013

Trip for this holiday

Saya pikir saya mengulang sedikit perjalanan seperti tahun lalu di awal tahun ini..
BANDUNG > JOGJA > SURABAYA > BALI

Trip yang sangat panjang untuk januari febuari ini. I'm so happy soalnya tanpa menambah beban orangtua. Terima kasih yang mengajak saya ikut project semester lalu. Lumayan dananya sangat membantu.haha. Saya tidak menyesal  pergi dan mengulang kota-kota itu. Ternyata banyak hal yang belum selesai saya pelajari disana.

Dan di waktu sempit di tengah perjalanan, saya  berusaha menghubungi teman-teman saya disana. Alhamdulillah ketemu walaupun hanya sebentar. Terima kasih juga atas waktunya buat nemenin keliling kota.

Ayo di semester 6, harus lebih baik lagi.
Semoga kisah di awal april nanti juga menjadi kejutan di awal tahun ini.. :D
Ingin mengisi cap di paspor lagi.. hua #amin

#ingetduitnyaenggakbolehdihabisin...


Note: Semoga trip ini banyak manfaatnya, terutama mengasah feel of the land dan bisa memahami lanskap perdesaan.